🦥 Adat Istiadat Nusa Tenggara Barat
Tidakjauh dari Kampung Sasak Ende, menuju arah Pantai Kuta Mandalika Lombok terdapat sebuah kampung adat tertua di Lombok, yaitu kampung Sasak Sade. Sade merupakan salah satu dusun yang terletak di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Desa Adat Sade merupakan kampung wisata.
RimpuBima, Nusa Tenggara Barat Rimpu Bima Mbojo . Budaya Wanita Bima: Sejarah Singkat Suku Bima (Duo Mbojo) Dan ini moyoritas masyarakat mbojo dalam mengembangka adat-adat istiadat dan tradisi budaya. Sehingga rimpu dulu, dikenal sebagai penguat keagamaan mereka pada per a daban zaman dulu ketika mulai masuknya penyebaran
adatBale suku Sasak Limbungan di desa Perigi, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat? C. Tujuan Penelitian . Tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Mendeskripsikan arsitektur rumah adat Bale suku Sasak Limbungan di desa Perigi, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. 2.
KarakteristikNegara Timor Leste . Negara Timor Leste berada di bagian ujung timur Pulau Timor , secara astronomis terbentang dari garis 123 o 25’ dan 127 o 19’ BT, serta berada di antara 8 o 17’ dan 10 o 22’ LS. Dengan beribu kota di Dili, negara Timor Leste mempunyai luas wilayah sekitar 14.609,38 km persegi. .
MuseumLombok merupaka sebuah hasil dari kepedulian dan tekad para budayawan, tokoh budaya, pemuka adat serta arkeolog NTB.. Mereka sangat gigih dalam mengumpulkan benda bersejarah yang bertujuan untuk menyimpan bukti sejarah dan mempertebal jati diri NTB. Pembangunan Museum Negeri Nusa Tenggara Barat dilakukan
Selasa 10 Juli 2018 | 08:33:14. DENPASAR, Terkenalnya Bali di seluruh dunia, salah satu faktornya karena memiliki adat istiadat yang kuat. Oleh karena itu Bali banyak dikunjungi wisatawan mancanegara dan berbagai even internasional juga dilaksanakan di Pulau Dewata ini. Hal tersebut disampaikan Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI
Penelitianini, adalah Motif Hias pada Pakaian Adat Kesultanan Bima Nusa Tenggara Barat bertujuan untuk memberikan penggambaran khusus mengenai motif hias pada pakaian adat kesultanan Bima, Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif, data diperoleh melalui metode observasi, wawancara dan dokumentasi.
Antropologilahir atau muncul berawal dari keterkaitan orang-orang Eropa yang melihat ciri-ciri fisik, adat istiadat, budaya yang berbeda dari apa yang di kenal di Eropa. (Jawa Barat), Malinkundang (Minangkabau), Putri Cendana (Nusa Tenggara), Kleting Kuning dan Keong Emas (Jawa). 6. Pentingnya Persatuan dalam Keragaman.
Bima IDN Times - Bima merupakan bagian dari Nusa Tenggara Barat (NTB) yang menyimpan banyak adat istiadat yang tidak kalah dengan daerah lainnya. Salah satunya adalah Tradisi Adat Hanta Ua Pua Bima yang merupakan Peninggalan Kesultanan Bima yang menaungi Kabupaten Bima pada dahulu kala.
DSj9BOU. RumahCom – Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya. Ini adalah salah satu faktor utama yang menyebabkan banyak sekali adat istiadat serta kultur dan budaya yang bisa di temukan di Indonesia. Selain itu, hal ini juga berlaku bukan hanya di pulau-pulau padat penduduk seperti Jawa ataupun Sumatra. Keragaman adat istiadat serta kultur dan budaya juga bisa ditemukan di beberapa pulau lain seperti Kalimantan, Bali, bahkan kepulauan kecil seperti NTB yang memiliki rumah Adat NTB. Supaya Anda bisa mengenali jenis-jenis rumah adat NTB dengan lengkap maka artikel kali ini akan membahas mengenai Geografis Wilayah Nusa Tenggara Barat NTB Rumah Adat NTB Bale Lumbung Rumah Adat NTB Bale Jajar Rumah Adat NTB Bale Bonder Rumah Adat NTB Dalem Loka Rumah Adat NTB Berugaq Sekapat 1. Geografis Wilayah Nusa Tenggara Barat NTB Secara geografis, provinsi Nusa Tenggara Barat terletak di bagian tengah Indonesia. Walau demikian, banyak yang beranggapan bahwa provinsi ini seharusnya masuk ke bagian timur Indonesia. Terlepas dari perdebatan tersebut, NTB merupakan salah satu kepulauan atau provinsi di Indonesia dengan kultur serta budaya yang cukup beragam. Keragaman budaya yang ada di NTB tentu memberikan beragam warna di kepulauan ini, terutama dari segi rumah adat NTB. Mengutip dari Wikiwand, luas area dari pulau NTB ini tergolong cukup kecil, hanya sekitar 20,000 km persegi. Akan tetapi jumlah penduduknya mencapai lima juta penduduk. Di pulau NTB sendiri, ada beberapa suku utama yang memang sudah menempati pulau ini sejak awal. Mereka adalah suku Sasak, suku Mbojo yang merupakan pendatang dari Bima, dan yang terakhir adalah suku Sumbawa. Dominasi suku lokal di antara banyaknya para pendatang di NTB mungkin merupakan salah satu faktor utama yang menyebabkan masih kentalnya kultur dan budaya yang ada di NTB. Banyaknya rumah adat yang masih berdiri di NTB merupakan salah satu buktinya. Ini adalah satu hal yang tidak bisa di pungkiri. Keberadaan rumah adat di pulau NTB merupakan salah satu bukti nyata bahwa budaya dan adat istiadat yang dipegang oleh masyarakat NTB masih cukup kental. Selain itu,ada beberapa jenis rumah adat NTB yang bisa di temukan di pulau ini. Rumah adat NTB berdasarkan wilayahnya memang memiliki keunikan masing-masing namun tetap memperhatikan aspek fungsional. Mau punya rumah yang harganya terjangkau namun tetap memperhatikan aspek fungsional? Cek pilihan rumahnya di kawasan Bekasi dengan harga di bawah Rp700 jutaan di sini! 2. Rumah Adat NTB Bale Lumbung Rumah adat di daerah NTB yang pertama biasa disebut Bale Lumbung. Perlu diketahui, walaupun bangunan ini merupakan rumah adat, fungsi utamanya bukan sebagai tempat tinggal. Fungsi utama dari rumah adat ini bisa dilihat dari namanya, yaitu Bale Lumbung, yang berarti bangunan untuk menyimpan. Betul sekali, rumah adat ini biasa digunakan sebagai tempat penyimpanan setelah masa panen. Biasanya hasil panen berupa padi akan disimpan sementara waktu di dalam rumah adat ini. Karena fungsi utama rumah adat NTB sebagai gudang penyimpanan atau lumbung, maka material yang digunakan untuk membangun rumah adat ini juga cukup sederhana. Di bagian atap, rumah adat ini biasanya menggunakan bahan jerami yang bisa menutupi seluruh bagian rumah. Sedangkan untuk dinding bagian dalamnya, rumah adat ini menggunakan anyaman bambu yang disusun secara rapi. Dilihat dari bentuk, rumah adat ini mempunyai bentuk yang cukup unik. Jika dilihat dari luar, bentuk Bale Lumbung ini mirip dengan topi para perompak di lautan, dengan bentuk agak bulat dan tinggi. Perlu diketahui, Bale Lumbung dibangun dengan konsep rumah panggung. Bentuk bangunan ini dipilih untuk mengantisipasi adanya hama tikus atau juga banjir yang sering mengancam pulau NTB. Tips budaya yang ada di Indonesia dengan mempelajari dan mengenali keunikan budaya yang ada pada setiap daerah. 3. Rumah Adat NTB Bale Jajar Jenis rumah adat di NTB yang kedua adalah Bale Jajar. Jika Bale Lumbung digunakan sebagai tempat penyimpanan, maka Bale Jajar merupakan rumah adat NTB yang digunakan sebagai tempat hunian. Sejak zaman dahulu, suku Sasak yang tinggal di NTB sudah menempati jenis rumah adat ini. Jika dilihat dari struktur bangunan, ada dua ruang utama yang bisa di temukan di Bale Jajar ini. Yang pertama adalah Sesangkong yang biasanya digunakan sebagai tempat untuk menyimpan persedian pangan. Dalam adat NTB, Sesangkong mungkin mempunyai fungsi yang sama seperti dapur. Ruang kedua yang bisa di temukan di dalam Bale Jajar biasa disebut Dalem Bale. Dalem Bale merupakan ruang utama yang biasa digunakan oleh pemilik rumah. Sebagai salah satu rumah adat NTB, bahan yang digunakan untuk membangun Bale Jajar ini juga cukup sederhana. Mirip dengan Bale bambu. Akan tetapi, bentuk rumah adat ini masih cukup normal jika dibandingkan dengan Bale Lumbung. Lumbung, bagian atap Bale Jajar menggunakan jerami dan untuk dindingnya menggunakan anyaman 4. Rumah Adat NTB Bale Bonder Bale Bonder bisa dikatakan sebagai salah satu rumah adat terbesar yang bisa di temukan di NTB. Hal ini bisa dengan mudah dilihat dari ukurannya yang mencapai 50 meter persegi. Ukuran bangunan yang besar ini karena Bale Bonder biasanya digunakan sebagai tempat tinggal para pembesar suku. Dalam hal ini, para pembesar suku bisa disetarakan sebagai para perangkat desa atau dusun di sekitar. Maka dari itu, biasanya hanya ada satu rumah adat NTB ini di setiap wilayah. Walaupun Bale Bonder biasa digunakan oleh pengurus desa, akan tetapi desain bangunannya mirip dengan Bale Jajar. Hanya saja, ada satu ruang khusus yang memang disiapkan di dalam Bale Bonder ini. Ruang ini adalah ruang yang biasa digunakan jika ada hal penting yang harus diputuskan. Secara mudah, bisa dikatakan bahwa ruang ini semacam ruang pengadilan jika ada suatu kasus di wilayah desa atau dusun tersebut. Karena ukuran bangunan yang tergolong besar, maka Bale Bonder membutuhkan beberapa tiang penyangga. Perlu diketahui, biasanya Bale Bonder menggunakan minimal delapan sampai sepuluh tiang penyangga supaya bisa berdiri kokoh. Akan tetapi, ada beberapa Bale Bonder yang menggunakan lebih dari 20 tiang penyangga. Hal ini karena rumah adat NTB mempunyai ukuran yang sangat besar. 5. Rumah Adat NTB Dalem Loka Nama dari rumah adat ini mungkin sedikit berbeda dengan beberapa rumah adat yang sudah disebutkan sebelumnya. Hal ini karena Dalem Loka bisa dikatakan sebagai rumah para raja. Hal ini dengan gamblang disebutkan dalam bahasa Sumbawa karena Dalem Loka mempunyai makna sebagai Istana. Selain itu, p૚ masa lalu, Dalem Loka juga berfungsi sebagai pusat pemerintahan dan juga tempat tinggal bagi para sultan yang berada di wilayah NTB. Maka dari itu, Dalem Loka bisa dikatakan sebagai bangunan terbesar yang ada di NTB. Karena Dalem Loka digunakan sebagai hunian para sultan, tentu saja ada banyak ruangan yang bisa ditemukan di dalamnya. Ruangan di Dalem Loka biasanya terbagi berdasarkan wilayah. Di bagian dalam, ada wilayah barat, timur, dan utara yang biasanya digunakan untuk tempat ibadah atau juga untuk keluarga raja beserta permaisuri. Di bagian depan rumah adat NTB ini ada Lunyuk Mas dan Lunyuk Agung yang biasanya digunakan saat kegiatan yang berkaitan dengan adat istiadat. Di bagian luar, ada gapura besar dan lonceng sebagai penyambut tamu dan juga kebun yang tertata dengan rapi. Karena bentuk Dalem Loka mirip dengan rumah panggung, maka Dalem Loka membutuhkan penyangga utama. Dan perlu diketahui, jumlah tiang penyangga yang digunakan di setiap Dalem Loka tepat sejumlah 99 buah. Hal ini karena 99 merupakan Asmaul Husna dan dipercaya bisa menjadi penopang sebesar apapun masalah dunia yang dihadapi. 6. Rumah Adat NTB Berugaq Sekapat Beberapa orang mungkin sepakat bahwa Berugaq Sekapat bukan merupakan rumah adat NTB. Akan tetapi, Berugaq Sekapat dianggap sebagai salah satu jenis rumah adat yang dimiliki masyarakat NTB. Hal ini karena bangunan ini mempunyai fungsi yang cukup penting pada masa lalu, yaitu sebagai tempat penerimaan orang asing yang baru memasuki desa. Dilihat dari bentuk, bangunan ini lebih mirip dengan pondok kecil atau saung karena ukurannya yang relatif kecil. Luas Berugaq Sekapat ini tidak pernah lebih dari lima meter persegi dengan empat tiang penyangga di setiap sudutnya. Selain itu, bangunan ini juga tidak memiliki dinding sama sekali. Hal itulah yang membuat banyak orang berpendapat bahwa Berugaq Sekapat bukan merupakan salah satu rumah adat yang ada di daerah NTB. Pada dasarnya, ada lebih dari lima jenis bangunan yang bisa di temukan di pulau NTB. Akan tetapi, lima jenis bangunan di atas merupakan jenis bangunan yang bisa dikatakan sebagai rumah adat NTB. Dengan sedikit informasi di atas, tentu pengetahuan anda tentang rumah atau bangunan adat yang ada di pulau NTB semakin bertambah bukan? Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk Anda. Anda tidak perlu pusing! Simaklah video yang informatif berikut ini untuk mempelajari cara menyelesaikan sengketa tanah dengan mudah! Hanya yang percaya Anda semua bisa punya rumah Tanya Tanya ambil keputusan dengan percaya diri bersama para pakar kami
403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID 5auWeQrcPemWato369TNzBv0-R6npj02MYRS22wQLN65iS_HiiB2Rg==
Rumah Adat NTB – Indonesia memiliki berbagai macam rumah adat sebagai warisan bangsa. Setiap rumah adat dibangun dengan ciri khas dan identitas dari setiap daerah di Indonesia. Seperti halnya di Nusa Tenggara Barat, terdapat rumah adat NTB yang unik dan khas. Rumah adat NTB dibangun dengan karakteristik tertentu sesuai kepercayaan suku yang mendiami daerah tersebut. Rumah-rumah yang dibangun dengan bahan material sederhana namun cukup memberikan peranan penting bagi kelangsungan hidup masyarakat tersebut, yakni suku Sasak. Kira-kira bagaimana penjelasan lengkap mengenai rumah adat NTB? Dan bagaimana keunikan dari bangunan tradisional tersebut? Yuk mari kita simak selengkapnya pada penjelasan di bawah ini. Rumah Adat NTB Bale Lumbung Rumah adat NTB Di provinsi Nusa Tenggara Barat, terdapat rumah tradisional khas daerah NTB. Di sana terdapat beberapa rumah tradisional sebagai warisan leluhur masyarakat yang mendiami tanah Sumbawa, yakni suku Sasak, suku Bima, dan suku Sumbawa. Rumah adat NTB merupakan bangunan unik dan khas. Setiap rumah dibangun dengan aturan-aturan sesuai dengan adat istiadat dan kepercayaan masyarakat setempat. Setiap bangunan adat di NTB juga dibangun dengan nilai-nilai filosofis yang diyakini suku yang mendiami, sehingga tidak heran jika rumah adat NTB dibangun tidak sembarangan dan menjadi identitas masyarakat tersebut. Mengenal 6 Jenis Rumah Adat NTB Rumah adat NTB dibedakan menjadi 6 jenis rumah. Kelima rumah adat tersebut meliputi rumah adat Bale, rumah adat Bale Lumbung, rumah adat Bale Jajar, rumah adat Bale Bonder, rumah adat Dalem Loka, dan rumah adat Berugaq Sekapat. Adapun penjelasan mengenai keenam jenis rumah tersebut adalah sebagai berikut. No Rumah Adat Nusa Tenggara Barat 1 Rumah Adat Bale 2 Rumah Adat Bale Lumbung 3 Rumah Adat Bale Jajar 4 Rumah Adat Bale Bonder 5 Rumah Adat Dalem Loka 6 Rumah Adat Berugaq Sekapat Rumah Adat Bale Rumah Adat Bale Rumah adat NTB yang pertama adalah rumah adat Bale. Rumah Bale merupakan rumah tradisional bagi suku Sasak. Bangunan tradisional ini berada di desa Sade, Lombok Tengah. Sampai saat ini, di Desa Sade masih menjaga kelestarian dan keaslian dari rumah adat tersebut. Suku Sasak membangun rumah tradisional Bale tidaklah sembarangan, mereka membangun rumah adat tersebut dengan memperhatikan nilai-nilai aturan yang mereka percayai. Salah satu aturan yang mereka percayai adalah aturan kapan waktu yang tepat untuk mendirikan rumah, jika aturan tersebut dilanggar, maka niscaya akan mendapati nasib buruk ketika menghuni rumah tersebut. Desa Sade sendiri merupakan desa yang memiliki kebudayaan telah banyak diketahui oleh para wisatawan lokal bahkan hingga ke mancanegara. Di sana juga terdapat beragam kebudayan lain khas Nusa Tenggara Barat. Rumah Adat Bale Lumbung Rumah Adat Bale Lumbung Rumah adat NTB yang kedua adalah rumah adat Bale Lumbung. Rumah Bale Lumbung bukan merupakan bangunan tempat tinggal, melainkan bangunan yang berfungsi sebagai tempat menyimpan barang. Biasanya hasil panen dari ladang atau sawah disimpan di rumah adat NTB tersebut, salah satunya adalah padi yang disimpan sementara di rumah Bale Lumbung. Bangunan Bale Lumbung dibangun dari material yang sederhana dan bahan yang cukup mudah dicari di Maluku. Pada bagian atap Bale Lumbung dibuat dari bahan jerami sebagai penutup seluruh bagian rumah. Sementara pada bagian dalam dinding, rumah dibuat dari bahan anyaman bambu yang disusun berjajar secara rapi. Bentuk rumah adat ini cukup unik. Jika dilihat dari penampakan luar, bentuk Bale Lumbung ini mirip dengan topi para perompak di lautan, dengan bentuk agak bulat dan tinggi. Rumah Bale Lumbung dibangun dengan mengusung konsep rumah panggung. Bentuk bangunan tersebut dipilih sebagai antisipasi adanya tikus atau banjir yang kerap melanda pulau NTB. Rumah Adat Bale Jajar Rumah Adat Bale Jajar Rumah adat NTB selanjutnya adalah rumah Bale Jajar. Rumah tradisional Bale Jajar tergolong rumah hunian bagi masyarakat setempat di NTB, yakni suku Sasak. Jika dilihat dari struktur bangunan, terdapat dua ruang utama yang bisa ditemukan di Bale Jajar ini. Ruang pertama disebut dengan Sesangkong yang biasanya digunakan sebagai tempat penyimpanan persediaan pangan. Menurut adat NTB, Sesangkong memiliki fungsi yang sama seperti dapur. Ruang kedua pada rumah Bale Jajar adalah ruang Dalem Bale. Ruang tersebut merupakan ruang utama yang biasa digunakan sang pemilik rumah. Sama halnya dengan bangunan Bale Lumbung, rumah adat Bale Jajar dibangun dengan bahan material yang cukup sederhana. Bentuk rumah adat ini tergolong rumah adat dengan desain normal. Atap Bale Jajar menggunakan bahan jerami dan dindingnya menggunakan bahan anyaman bambu. Rumah Adat Bale Bonder Rumah Adat Bale Bonder Rumah adat Bale Bonder merupakan salah satu rumah adat NTB. Rumah Bale Bonder tergolong rumah dengan bangunan paling besar di NTB. Rumah Bale Bonder memiliki ukuran dengan mencapai luas 50 meter persegi. Ukuran bangunan yang besar ini dipilih karena sebagai hunian bagi para tokoh adat di daerah tersebut. Tokoh adat bisa disetarakan sebagai para perangkat desa atau dusun di sekitar wilayah tersebut. Oleh karena itu, rumah Bale Bonder ini dibangun di setiap wilayah seluas desa atau dusun. Desain bangunan Bale Bonder mirip dengan bangunan Bale Jajar. Pada rumah adat NTB ini terdapat satu ruang khusus bagi pemilik rumah. Ruang khusus tersebut biasa digunakan jika ada hal penting yang harus diputuskan melalui musyawarah bersama. Secara khusus ruangan ini juga disebut sebagai ruang pengadilan jika terjadi kasus di wilayah desa atau dusun tersebut. Karena ukuran bangunan Bale Bonder tergolong besar, maka Bale Bonder membutuhkan beberapa tiang penyangga. Diketahui bahwa Bale Bonder menggunakan setidaknya minimal delapan sampai sepuluh tiang penyangga bangunan. Akan tetapi terdapat beberapa Bale Bonder yang bahkan dilengkapi tiang sebanyak 20 tiang penyangga. Hal ini merupakan kondisi khusus bangunan yang dibangun memiliki luas yang sangat besar dibandingkan bangunan Bale Bonder pada umumnya. Rumah Adat Dalem Loka Rumah Adat Dalem Loka Rumah adat NTB yang berikutnya adalah rumah adat Dalem Loka. Rumah Dalem Loka merupakan tempat tinggal para raja. Nama Dalem Loka diambil dari bahasa daerah Sumbawa yang memiliki arti istana. Istana Dalem Loka dibangun pertama kali pada tahu 1885 oleh Sultan Muhammad Jalalludin III yang memerintah Kerajaan Sumbawa pada 1883 sampai 1931 Dahulu, rumah Dalem Loka difungsikan sebagai pusat pemerintahan dan juga tempat tinggal bagi para sultan yang berasal dari NTB. Sehingga bangunan Dalem Loka dapat dikatakan sebagai bangunan terbesar khas dari NTB. Rumah adat Dalem Loka merupakan rumah panggung dengan luas mencapai 904 meter persegi. Sehingga tidak heran rumah ini disebut dengan istana Dalem Loka, karena bangunannya yang luas dan megah. Pembagian ruang pada rumah Dalem Loka dibedakan berdasarkan tiga bagian, yakni bagian dalam, bagian depan, dan bagian luar. Bagian dalam, terdapat wilayah barat, timur, dan utara yang biasa digunakan sebagai tempat beribadah dan tempat berkumpul keluarga raja beserta sang permaisuri. Pada bagian depan rumah, terdapat Lunyuk Mas dan Lunyuk Agung. Kedua ruang tersebut biasa digunakan sebagai tempat berlangsungnya kegiatan adat istiadat masyarakat setempat. Serta di bagian luar, terdapat gapura besar dan lonceng. Keduanya merupakan benda yang digunakan sebagai penyambut tamu yang datang. Serta terdapat kebun luas pada bagian luar rumah. Rumah adat NTB jenis ini mengusung konsep rumah panggung pada desain bangunannya. Rumah Dalem Loka ditopang oleh tiang penyangga. Tidak tanggung-tanggung, bangunan ini ditopang tiang sebanyak 99 tiang. Jumlah tiang sebanyak 99 merupakan lambang dari jumlah Asmaul Husna. Selain itu, 99 tiang tersebut diyakini sebagai penopang segala masalah dunia yang dihadapi manusia. Rumah Adat Berugaq Sekapat Rumah Adat Berugaq Sekapat Rumah adat Berugaq Sekapat adalah salah satu rumah adat NTB, meskipun beberapa orang tidak meyakini bahwa rumah Beguraq Sekapat adalah rumah tradisional khas NTB. Akan tetapi bangunan ini mempunyai kegunaan yang cukup penting pada zaman dahulu, yakni sebagai tempat untuk menerima orang asing yang baru saja menginjakkan kaki di desa tersebut. Bentuk dari rumah adat Beguraq Sekapat menyerupai bentuk pondok kecil atau saung, karena bangunannya relatif kecil dan terbuka. Rumah Beguraq Sekapat memiliki luas tidak lebih dari 5 meter persegi dengan dilengkapi dengan empat tiang penyangga di setiap sudut bangunannya. Rumah adat Beguraq Sekapat merupakan bangunan terbuka tanpa dinding. Dengan dasar inilah, rumah adat Beguraq Sekapat dianggap sebagai bukan merupakan salah satu rumah adat yang ada di daerah NTB. Orang juga bertanya Apa rumah adat NTT? Pakaian tradisional NTB apa? Bahasa NTB apa? Bagaimana bentuk rumah adat NTB? Penutup Demikian penjelasan mengenai rumah adat NTB yang berhasil romadecade tulis buat kamu. Semoga tulisan sederhana ini mampu mengenalkan kita pada Indonesia beserta budayanya, tentunya semoga menambah rasa cinta kita kepada Indonesia. Rumah Adat NTBSumber Refrensi
adat istiadat nusa tenggara barat